Herbalife Bali International Triathlon 2016 – Venue baru yang menjanjikan

Bali Triathlon bagi saya adalah race yang memiliki arti khusus, race pertama saya di kategori olimpik pada tahun 2012 lalu kembali berlomba di 2013 juga mengikuti kategori olimpik bersama teman-teman Triathlon Buddies ketika venue lomba masih di area Jimbaran.

Kilas Balik

Carbo loading dinner & race briefing

Suasana carbo loading dan race briefing Bali Triathlon 2012 di halaman Bali Intercon


Pengalaman di Bali Triathlon 2012 sangat berkesan, dimana suasana lomba yang berbeda dari lomba sebulan sebelumnya yang saya ikuti, saya ingat suasana menyenangkan saat menikmati sore carboloading di taman intercontinental hotel bersama komunitas triathlon internasional. Cerita yang kurang indah terjadi pada saat lari dimana saya terperangkap ditengah kemacetan jalan Jimbaran dan berlari diantara kendaraan bermotor yang berdesakan. Tahun 2013 saya kembali ke Bali dengan harapan adanya perbaikan yang signifikan dimana panitia merubah rute lari ke arah perbukitan Ayana, rutenya menanjak cukup tinggi dari Jimbaran kearah four season resort namun rute ini lebih sepi kendaraan sehingga cenderung aman. Kejadian yang berkesan terjadi di rute sepeda yang diakibatkan jalur yang tidak dapat di sterilisasi dan kendaraan masuk ke dalam rute. Insiden fatal terjadi kepada rekan kami Firman yang jatuh tertabrak motor dan pada saat di evakuasi oleh medis, sepeda yang digunakannya hilang dan tidak terlacak. Menimbang keselamatan peserta yang tidak ada jaminan pada tahun 2014 Bali Triathlon tidak diselenggarakan. Ketika 2015 Bali Triahtlon diselenggarakan dengan sponsor title baru Herbalife sehingga nama event menjadi Herbalife Bali International Triathlon (HBIT), saya masih belum tergerak untuk bergabung, alasan utamanya tidak ada jaminan dari panitia akan keselamatan peserta karena lokasi lomba masih sama di area Jimbaran, saya masih skeptis.

Coaching clinic di BAB Alam Sutera

Coaching clinic di BAB Alam Sutera

Di 2016 ketika mendengar bahwa Bali Triathlon akan di dipindahkan ke venue baru, minat saya kembali muncul. Kontak pertama dilakukan melalui email pada tanggal 27 Februari 2016 melalui Event Manager HBIT 2016 Mas Panji yang memberitahukan tanggal pelaksanaan Bali Triathlon serta meminta dukungan dari Triathlon Buddies. Perkenalan email dilanjutkan dengan pertemuan di Jakarta pada tanggal 6 April 2016 dan pertemuan singkat di Sungailiat Triathlon. Untuk pertama kali pula HBIT bekerjasama dengan komunitas Triathlon di  Surabaya, Jakarta dan Bali menyelenggarakan coaching clinic, dimana saya ikut terlibat untuk penyelenggaraan di Jakarta pada tanggal 21 May 2016.

Pre-event juga dilakukan trial rute bersama komunitas triathlon buddies bali yang mendapatkan respon dan feedback yang positif dari peserta. Harapan besar pada penyelenggaraan khususnya atas aspek keamanan di rute sepeda.

Minggu Lomba
Tiba waktu minggu lomba, saya merencanakan itinerary selama di Bali sbb :

12 Agustus 2016 : Flight Jakarta-Bali, Bike Test, Welcoming party di Maya Hotel
13 Agustus 2016 : Swim trial, short run, carbo loading dinner
14 Agustus 2016 : Race, post race coctail party
15 Agustus 2016 : Recovery ride ke pantai Pendawa, kembali ke Jakarta

4 hari 3 malam adalah itinerary yang paling pas untuk menikmati seluruh kegiatan lomba yang sudah disiapkan oleh panitia, tidak terburu-buru pada saat keberangkatan, cukup istirahat, dapat mengikuti kegiatan pralomba dan cukup istirahat serta bersenang-senang setelah lomba.

Jumat, 12 Agustus 2016

Menyempatkan makan malam seafood di jimbaran

Menyempatkan makan malam seafood di jimbaran


Perjalanan ke Bali melalui terminal 3 ultimate yang baru saja dibuka dengan kehwatiran baggage handling untuk sepeda akan ribet ternyata tidak terbukti, prosesnya selama check in lancar dan sepeda dimasukan kedalam area khusus untuk koper besar, tanda khusus area ini belum terlihat jelas sehingga saya bertanya 2 kali ke petugas. Penerbangan ke Bali kali ini bersama Richard dan Kelly yang merupakan ambassador Bali Triathlon 2016. Setiba di Bandara Ngurah Rai kami dijemput oleh panitia langsung menuju hotel. Setelah selesai menaruh seluruh barang dan check-in lalu makan siang di resto Jepang di Area Sanur bersama Nata, Riyo, Willy, Kelly dan Richard. Selesai makan saya merakit sepeda dan mencoba kondisi settingan dengan ride ke pantai mertasari yang jaraknya pendek. Disana bertemu dengan crew BAB-TREK yang sudah mulai melayani peserta yang ternyata mba Endi dan temannya. Malam bersama teman-teman yang sudah berada di Bali dan menginap di Prama Hotel kami berangkat ke welcoming party di Maya rooftop, lokasinya masih di area Sanur. Di sana bertemu dengan panitia dan race director Brennan. Malamnya melanjutkan makan malam di Jimbaran bersama Yung-Yung, Nata dan JJ  dan bertemu dengan teman-teman lain Christin, Joni, Charlie.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Swim trial dan sesi foto bersama JJ dan Cieko

Swim trial dan sesi foto bersama JJ dan Cieko


Pagi kegiatan pertama adalah swim trial di pantai mertasari, cuaca agak mendung pagi itu dan air terasa cukup dingin dan dangkal, di seluruh bagian renang sampai dengan buoy berjarak 250 meter dari pantai hanya setinggi maksimal 1,5 meter. Setelah mencoba rute renang dilanjutkan dengan test rute lari sejauh 5 km, namun karena membawa sepeda saya lanjutkan sendiri mencoba jalur sepeda sejauh 10km barulah kembali ke hotel dan lari dari hotel kembali kearah pantai mertasari dan kembali ke hotel. Siangnya makan siang di restoran Italia Massimo masih di area Sanur lalu dilanjutkan dengan mengambil race pack di Hotel Prama. Sore dilaksanakan Race briefing dan dilanjutkan dengan carbo loading dinner di hotel Prama.

Suasana carbo loding dinner dengan pemandangan pantai sanur menjelang sunset

Suasana carbo loding dinner dengan pemandangan pantai sanur menjelang sunset

Salah satu yang terkenang adalah saat carboloading di pinggir pantai sanur sebelum sunset, suasana yang sangat indah dan menyenangkan bertemu dengan para atlit antusias.

Minggu, 14 Agustus 2016 (Hari Lomba)
Pukul 05:00 pagi saya sudah bangun dan bersiap, sarapan ringan di kamar dan membawa barang-barang lomba yang sudah disiapkan dari malam sebelumnya. Berangkat ke venue di Pantai Mertasari yang hanya berjarak 700 meter dari hotel prama pada pukul 05:45 dengan sepeda.

Di area transisi bersama teman-teman Bali & Jakarta

Di area transisi bersama teman-teman Bali & Jakarta

TIba di venue suasana masih gelap sehingga sulit melihat tanda arah menuju area transisi. Sebelum masuk transisi panitia melakukan pemeriksaan kelengkapan peserta dan menuliskan usia di kaki. Segera saya mencari lokasi dengan nomor peserta saya dan menaruh peralatan serta mempersiapkan diri dengan sedikit pemanasan. Pukul 06:20 berjalan menuju arah pantai, untuk persiapan start yang dijadwalkan pada pukul 06:30. Setiba di pantai saya langsung menerjunkan diri ke air untuk membiasakan diri dengan temperature air, sedikit berenang ke tengah dan berhenti memandang ke pantai lalu panitia memanggil untuk segera berbaris di belakang garis start karena tak lama lomba untuk kategori olimpik akan di mulai.

Peserta Olimpik bersiap memulai renang (photo courtesy Asia Tri)

Peserta Olimpik bersiap memulai renang (photo courtesy Asia Tri)

Saya berbaris di bagian belakang karena saya akan santai di renang dan mencoba menghindari pergumulan di bagian depan. Start dimulai dan saya berjalan santai menuju pantai masuk lalu mengambil posisi di sebelah kiri. Belum lama mengayuh tangan datang ombak agak tinggi ketika saya hendak mengambil nafas dari kanan, air laut cukup banyak tertelan. Saya lanjutkan kayuhan dan agak terombang-ambing. Di kiri saya melihat mbak Tina sedang sama-sama berjuang menuju buoy pertama. Lama sekali rasanya menuju buoy pertama, laut dangkal namun lebih tinggi dari hari sebelumnya, patokan renang tertuju pada semak tumbuhan laut di dasar yang semakin dekat menandakan kayuhan renang ada progress bergerak. Tiba di buoy pertama berbelok ke kanan saya mengambil sisi luar kiri. Dari buoy pertama ke buoy besar kedua terdapat satu buoy kecil sebagai penanda, perjalanan ke buoy ini cukup cepat terbantu arah arus air. Dari buoy ke dua menuju buoy arah pantai berlangsung penuh perjuangan. Dari posisi ini arah arus menuju kiri dan saya terbawa arus sampai kearah perahu yang sedang tambat di dermaga, lalu berenang diatara perahu dan tali tambat.

Masukan kepada panitia untuk tahun depan jumlah buoy kecil ditambah dan jalur renang di lingkari oleh tali agar memudahkan navigasi. Jika terjadi kondisi cuaca yang ekstreem panitia harus mempertimbangkan untuk memperpendek jarak atau malah membatalkan leg, keputusan yang sulit namun harus berani diambil.

Keluar air senang sekali (foto : fedi fianto)

Keluar air senang sekali (foto : fedi fianto)

TIba di pantai segera saya berlari dan melihat jam sudah 40 menit lebih, waktu terburuk renang saya selama ini untuk jarak olimpik.

Dari pantai menuju transisi terhampar karpet yang lebar, sempatkan diri untuk mengambil pocari di water station, lalu bergerak mencari lokasi sepeda, selanjutnya seperti yang biasa saya latih, pertama dilakukan adalah menggunakan helm, bib, dan kacamata selanjutnya melepas sepeda dari rack dan mendorong keluar. Kondisi badan yang nyaman, saya agak berlari keluar transisi dan sempat menyalip beberapa peserta yang agak lambat mendorong sepedanya. Mounting sepeda dengan aman lalu saya pacu sepeda menuju jalan bypass. Masuk bypass belok kearah kiri di area ini sehari sebelumnya saya bisa mencapai kecepatan 50km/jam dengan mudah, namun hari ini kondisi angin sedikit berbeda dan tahanannya lebih terasa. Saya mencoba tidak terburu-buru dalam berakselerasi dan sesuai rencana akan membagi effort yang sama untuk sepanjang 40km karena rute sepedanya flat. Rute sepeda menutup jalan satu sisi dari 2 arah yang terpisahkan oleh pembatas jalan. Jalur sepanjang 10km lap dengan dua kali U turn di ujung-ujung.

Selepas dari U turn sisi timut

Selepas dari U turn sisi timur

Penutupan jalan terasa sangat baik, jalur steril dari kendaraan, hanya ada perlintasan orang dan motor di beberapa persimpangan jalan yang dijaga dengan baik. Inilah rute sepeda dan pengamanan terbaik Bali Triathlon. Jika ada kekurangan mungkin pada juri lomba yang kurang banyak, dengan jalur lintasan yang panjang dan datar, banyak pesepeda yang melakukan illegal draft.

Setelah menyelesaikan 2 lap sepeda, peserta masuk ke transisi kembali di pantai mertasari dan berlari di area sanur.

Memasuki Transition 2

Memasuki Transition 2

Cuaca pada hari lomba sangat ideal untuk lari, udara sejuk karena mendung, jalanan yang datar dan steril. Water station tersedia setiap 2.5km menyediakan Pocari dan air mineral. Di km 6 peserta olimpik dipaksa berlari di pantai sejauh kurang lebih 200meter, satu-satunya tantangan pada rute lari. Saya datang ke Bali tanpa persiapan khusus namun lebih sebagai persiapan untuk Bintan Ironman 70.3 yang berjarak 2 minggu dari Bali. Di lari saya menemukan penyemangat disaat awal lari saya melihat Erik dari BTR di depan saya dan saya jadikan target untuk disusul, setelah melewati Erik di km 3 saya targetkan untuk melewati Jonathan yang sejak awal lari berada di depan saya, baru di km 8 saya dapat melewatinya, pelari yang kuat. Menjelang finish jalur lari masuk kembali kearah pantai mertasari, kemudian berbelok sedikit kekanan lalu lurus sekitar 100 meter yang dapat digunakan untuk melakukan sprint di ujung lomba.

200 meter menjelang finish (foto : fedi fianto)

200 meter menjelang finish (foto : fedi fianto)

Area finish tidak terlalu steril dari peserta yang hendak foto namun masih nyaman karena peserta yang tidak terlalu menumpuk. Setelah finish peserta mendapatkan Medali Finisher, Pocari, pisang dan Soyjoy untuk refreshment. Tersedia juga kolam air dingin untuk recovery. Di area expo juga ada layanan pijat yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh peserta.

Bersama Jonathan Waluyo di kolam es

Bersama Jonathan Waluyo di kolam es

Tridear di Finish Gate

Tridear di Finish Gate

Team Garmin & Kelly Tandiono

Team Garmin & Kelly Tandiono

Race expo dipenuhi oleh stand dari sponsor dan makanan, tersedia 2 stand backdrop untuk foto , tenda besar untuk duduk dan hiburan di panggung besar. Suasana meriah khsusunya pada saat pengumuman pemenang. Sempat terjadi dispute di kategori Indonesian Female winer dan pengumuman pemenang age group yang tertunda.

With Siti Elisa, Diana, Kellytandiono, Awal, Riyo, Binbin, Tri, ayu, Elle, Erly, Ahmad, Anisa Bella, Darwis and Arief-01Siang hari team Tridear berkumpul untuk makan siang bareng di Trattoria Sanur sekaligus kami berbagi kisah dari masing-masing orang tentang pengalaman lombanya, apa rencananya, bagaimana eksekusinya, mana yang berhasil mana yang tidak, rencana kedepan. Senang sekali mendengar banyak yang mendapatkan Personal Best walaupun kondisi renang yang cukup sulit, catatan khusus untuk Ayu yang memangkas waktu sebelumnya sebanyak 40 menit dan Erly yang memangkas waktu 1 jam lebih. Di Team kami ada Claire dan Diana Sevi yang melakukan race pertama kali, mereka tampak puas dengan hasil lomba dan sepertinya sudah tidak sabar untuk race berikutnya, selamat untuk semua.

Bersama Pak Ari "Tony" Sukirno dan Mas Didit D&D para tokoh di balik HBIT2015

Bersama Pak Ari “Tony” Sukirno dan Mas Didit D&D para tokoh di balik HBIT2015

Malamnya diselenggarakan pesta koktail,  di Nu Lazer pub. Acara sosialisasi antar peserta dan stakeholder acara, ditampilkan foto-foto dan video persiapan dan lomba. Pidato dan sambutan race director, sponsor dan kesan-kesan dari peserta yang diwakili pemenang tahun 2016 Andy Wibowo. Peserta yang datang tidak terlalu banyak, sebaiknya tahun depan koktail party sekalian penyerahan award bagi age group, tentunya menarik minat peserta untuk lebih banyak datang.

Penyelenggaraan Herbalife Bali Triathlon 2016 ini menurut saya yang terbaik dari 3 penyelenggaraan yang pernah saya ikuti. Komunikasi dari team panitia dengan komunitas berjalan baik dan saya yakin komunikasi mereka dengan stakeholder lainya khususnya warga Sanur juga baik, sehingga terasa sekali suasana lomba tahun ini sangat kondusif dan aman.

Selamat untuk para peserta, panita (khususnya Mas Panji dan Pak Ari Sukirno) dan seluruh warga sanur, saya akan kembali tahun depan!.

Senin, 15 Agustus 2016 (Recovery Ride)
Sebagai pelengkap dari perjalanan HBIT 2016, saya dan teman-teman Tribuddies Bali merencanakan untuk mengadakan kegiatan recovery ride santai dari Sanur ke pantai Pandawa lalu kembali ke Sanur. Acara ini mendapat dukunga dari teman-teman Build a Bike Bali dan TREK yang mengirmkan mobil support serta team mekanik pendukung.

Peserta recovery ride : Gungde, Mahalia, Nopit, Jerry, Cieko, Ayu, Erly, Sevi, Darwis, Awal, Arief, Danang, Riyo, Chaidir, Riyadi, Mega dan dua orang rekan dari Fitness First.

2016_0815_07550400(2)-012016_0815_07285400-01

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *