Monthly Archives: February 2017

KARBOHIDRAT SEBAGAI SUMBER ENERGI DALAM BEROLAHRAGA

KARBOHIDRAT SEBAGAI SUMBER ENERGI DALAM BEROLAHRAGA

Karbohidrat disimpan dalam otot dan liver dalam jumlah yang terbatas. Pencernaan karbohidrat dimulai dari mulut diteruskan ke perut dan usus.Dalam fase pencernaan, karbohidrat kompleks akan di pecah menjadi GLUKOSA, FRUKTOSA dan GALAKTOSA.

Penyerapan GLUKOSA menggunakan pengangkut sodiumĀ  oleh karena itu penting bagi atlit untuk mengkonsumsi sedikit sodium untuk mencerna karbohidrat saat berolahraga.
Kecepatan penyerapan karbohidrat akan meningkat jika menggunakan kombinasi kandungan GLUKOSA dan FRUKTOSA, karena menggunakan pengangkut yang lain (bukan sodium). Meningkatkan jumlah karbohidrat yang dapat di serat tubuh akan meningkatkan jumlah energi yang mendukung aktivitas otot.

CATATAN : minuman olahraga dan suplemen karbohidrat sudah banyak yang menggunakan beberapa sumber karbohidrat untuk mendukung penyerapan karbohidrat.

PENYERAPAN ke PENYIMPANAN
-Sejumlah kecil GLUKOSA berada di darah sebagai gula darah.
-GLUKOSA juga disimpan sebagai GLIKOGEN.
-GLIKOGEN di simpan secara terbatas di otot (400g) dan liver (100g) pada orang rata-rata berat 80kg.

Karena tubuh hanya dapat menggunakan GLUKOSA sebagai sumber energi cepat, maka FRUKTOSA dan GALAKTOSA di pindahkan ke liver dan diubah menjadi GLUKOSA.

KONVERSI KARBOHIDRAT KE ENERGI
>Saat energi dibutuhkan otot, gula darah dipindahkan ke otot untuk memproduksi energi. Selama olahraga yang panjang GLIKOGEN di otot langsung digunakan sebagai sumber energi otot yang bekerja.
>GLIKOGEN liver di konversi kembali menjadi GLUKOSA untuk menjaga persediaan gula darah. Saat simpanan GLIKOGEN terkuras, kerja tubuh akan dipaksa untuk melambat.

EFEK dari INTENSITAS pada PENYIMPANAN KARBOHIDRAT
>Selama Olahraga intensitas tinggi (Zona 5) GLUKOSA bermetabolisme melalui glikolitik dan jalur ANAEROBIK
>Selama Olahraga intensitas rendah (Zona 1-4) GLUKOSA bermetabolisme melalui jalur AEROBIK

KONVERSI LEMAK KE ENERGI
Saat energi dibutuhkan, lemak tersimpan di pecah menjadi gliserol dan tiga asam lemak. Lemak menjadi penghasil energi melalui jalur AEROBIK. Lemak dapat hanya di konversi menjadi energi selama intensitas rendah ke menengah dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk di konversi dibandingkan karbohidrat.

UTILISASi BAHAN BAKAR SAAT OLAHRAGA
Triatlit membutuhkan kombinasi gula darah, glikogen dan sumber karbohidrat eksogen, dan juga lemak tersimpan untuk menyediakan energi berkelanjutan untuk olahraga berdurasi panjang.

>Gula darah, glikogen liver dan glikogen otot adalah SUMBER UTAMA dari energi di 20 menit pertama olahraga dan selama olahraga pada intensitas tinggi.
>Berdasarkan kondisi nutrisi, tubuh manusia menyimpan karbohidrat untuk 90-120 menit olahraga intensitas tinggi.
>Saat simpanan karbohidrat berkurang, atlit akan bergantung pada sumber karbohidrat eksogen, hal ini karena lemak tidak dapat di konversi secara cepat untuk menyediakan energi.
>Altit yang berolahraga di intensitas rendah dapat meningkatkan periode durasi olahraga karena kontribusi dari lemak.

CATATAN :
>Mengkonsumsi karbohidrat dan berolahraga pada intensitas rendah membantu menghemat penggunaan GLIKOGEN yang terbatas.
>Baik memulai lomba secara cepat atau lambat, karbohidrat merupakan sumber energi utama pada saat memulai aktivitas olahraga, karena tubuh membutuhkan waktu untuk mengubah lemak menjadi energi.
>Kuantitas karbohidrat yang digunakan akan meningkat sesuai dengan peningkatan intensitas latihan.
>Penting : Atlit harus bisa menghemat karbohidrat pada kegiatan berdurasi panjang dengan cara memulai lomba atau memulai berlatih pada intensitas rendah.

(disarikan dari berbagai sumber)

Chaidir Akbar|Tridear Performance Team